LevelTen Energy mengatakan bahwa meskipun terdapat pengurangan proyek jangka panjang di bawah tekanan regulasi baru, pengembang AS telah mengamankan kelayakan kredit pajak federal untuk sebagian besar proyek angin dan surya mereka yang dijadwalkan untuk implementasi pada tahun 2028.
Menurut laporan Q4 2025 LevelTen Energy, pengembang AS telah mempertahankan kelayakan kredit pajak untuk proyek energi bersih jangka pendek di bawah OBBBA (One Great Act). Perusahaan mengatakan bahwa lebih dari tiga perempat kapasitas tenaga angin dan surya, sekitar 33 gigawatt, yang dijadwalkan beroperasi pada tahun 2028, saat ini berada di bawah perlindungan “safe harbor”, memberikan kepastian kebijakan jangka pendek kepada pasar.
Pengembang masih bergulat dengan penundaan persetujuan, biaya yang meningkat, dan peraturan baru yang menargetkan “Foreign Entities of Concern” (FECs) yang akan berlaku pada 1 Januari 2026. Tekanan ini membentuk kembali strategi proyek, dengan pengembang semakin memprioritaskan sistem hibrida yang menggabungkan penyimpanan energi dengan tenaga surya atau angin. Analis menunjukkan bahwa pergeseran ini merupakan respons terhadap kondisi kredit pajak yang lebih ketat dan tuntutan transmisi listrik yang lebih fleksibel.
Survei LevelTen mencakup 29 pengembang yang berencana membangun lebih dari 233 gigawatt kapasitas terpasang. Data menunjukkan bahwa kapasitas yang dilindungi oleh "safe harbor" akan menurun tajam setelah tahun 2028, yang mengakibatkan hampir tidak ada kapasitas yang dilindungi untuk proyek yang menargetkan operasi komersial pada tahun 2030 dan seterusnya. Penurunan ini telah mendorong pengembang untuk fokus pada aset yang matang dan mengurangi aktivitas proyek baru.
Survei menunjukkan bahwa pada tahun 2030, kapasitas penyimpanan hibrida dan mandiri akan melampaui kapasitas tenaga surya dan angin mandiri. Setelah tahun 2030, kapasitas penyimpanan hibrida akan melampaui semua teknologi lainnya karena stabilitas hasil yang lebih besar dan peningkatan penerapan insentif.
Sebagian besar responden menunjukkan peningkatan minat pembeli setelah berlakunya Oregon Electricity and Commerce Act (OBBBA), dengan mitra semakin mengandalkan alat-alat seperti mekanisme penyesuaian harga dan klausul indeksasi untuk mengatasi volatilitas harga. LevelTen Energy mengoperasikan pasar perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA) energi terbarukan dan menyediakan platform harga MarketPulse. Platform ini memperbarui datanya setiap hari, yang berasal dari lebih dari 1.300 pengembang, termasuk sekitar 90% peserta di Amerika Utara.
LevelTen Energy mengatakan bahwa meskipun terdapat pengurangan proyek jangka panjang di bawah tekanan regulasi baru, pengembang AS telah mengamankan kelayakan kredit pajak federal untuk sebagian besar proyek angin dan surya mereka yang dijadwalkan untuk implementasi pada tahun 2028.
Menurut laporan Q4 2025 LevelTen Energy, pengembang AS telah mempertahankan kelayakan kredit pajak untuk proyek energi bersih jangka pendek di bawah OBBBA (One Great Act). Perusahaan mengatakan bahwa lebih dari tiga perempat kapasitas tenaga angin dan surya, sekitar 33 gigawatt, yang dijadwalkan beroperasi pada tahun 2028, saat ini berada di bawah perlindungan “safe harbor”, memberikan kepastian kebijakan jangka pendek kepada pasar.
Pengembang masih bergulat dengan penundaan persetujuan, biaya yang meningkat, dan peraturan baru yang menargetkan “Foreign Entities of Concern” (FECs) yang akan berlaku pada 1 Januari 2026. Tekanan ini membentuk kembali strategi proyek, dengan pengembang semakin memprioritaskan sistem hibrida yang menggabungkan penyimpanan energi dengan tenaga surya atau angin. Analis menunjukkan bahwa pergeseran ini merupakan respons terhadap kondisi kredit pajak yang lebih ketat dan tuntutan transmisi listrik yang lebih fleksibel.
Survei LevelTen mencakup 29 pengembang yang berencana membangun lebih dari 233 gigawatt kapasitas terpasang. Data menunjukkan bahwa kapasitas yang dilindungi oleh "safe harbor" akan menurun tajam setelah tahun 2028, yang mengakibatkan hampir tidak ada kapasitas yang dilindungi untuk proyek yang menargetkan operasi komersial pada tahun 2030 dan seterusnya. Penurunan ini telah mendorong pengembang untuk fokus pada aset yang matang dan mengurangi aktivitas proyek baru.
Survei menunjukkan bahwa pada tahun 2030, kapasitas penyimpanan hibrida dan mandiri akan melampaui kapasitas tenaga surya dan angin mandiri. Setelah tahun 2030, kapasitas penyimpanan hibrida akan melampaui semua teknologi lainnya karena stabilitas hasil yang lebih besar dan peningkatan penerapan insentif.
Sebagian besar responden menunjukkan peningkatan minat pembeli setelah berlakunya Oregon Electricity and Commerce Act (OBBBA), dengan mitra semakin mengandalkan alat-alat seperti mekanisme penyesuaian harga dan klausul indeksasi untuk mengatasi volatilitas harga. LevelTen Energy mengoperasikan pasar perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA) energi terbarukan dan menyediakan platform harga MarketPulse. Platform ini memperbarui datanya setiap hari, yang berasal dari lebih dari 1.300 pengembang, termasuk sekitar 90% peserta di Amerika Utara.